Tinjauan Konsep Al – Ta’widh Pada Praktik Ganti Rugi Atas Kerusakan Galon Air Minum Isi Ulang Di Kec. Langsa Barat

Authors

  • Muhammad Farhan IAIN Langsa Author
  • Syarifah Mudrika IAIN Langsa Author
  • Dessy Asnita IAIN Langsa Author
  • Ryzka Dwi Kurnia IAIN Langsa Author
  • Agustinar Universitas Malikussaleh Author

Keywords:

Al-Ta'widh , Fiqh Muamalah, Compensation Justice, Consumers

Abstract

Secara ideal, konsep al-ta’widh dalam fiqh muamalah menuntut adanya keadilan, transparansi, dan kesepakatan dalam setiap bentuk kompensasi atas kerugian. Namun, realitas di lapangan menunjukkan praktik ganti rugi pada kerusakan galon air minum isi ulang di Kecamatan Langsa Barat belum mencerminkan prinsip tersebut. Kesenjangan ini menjadi fokus utama penelitian untuk meninjau kesesuaian praktik ta’widh dengan ketentuan fiqh muamalah. Penelitian ini menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan metode yuridis normatif dan sosiologis. Data dikumpulkan melalui wawancara dan dokumentasi terhadap pelaku usaha dan konsumen. Hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar pelaku usaha melakukan penggantian galon yang rusak, tetapi mekanisme ganti rugi belum dilandasi asas keadilan dan kerelaan (taradhi). Ketidakhadiran perjanjian tertulis serta dominasi pelaku usaha dalam menentukan nilai kompensasi menyebabkan praktik ta’widh di lapangan tidak sepenuhnya sesuai dengan hukum Islam. Penelitian ini menegaskan pentingnya penerapan prinsip keadilan dan transparansi agar perlindungan hukum bagi konsumen dapat terwujud dalam transaksi muamalah sehari-hari.

Downloads

Published

2025-12-30